Seberapa Penting Cari SSB yang Sesuai Gaya Main Anak?
Ringkasan untuk parents
- Perlu tidak memilih SSB yang sesuai gaya main anak? Jawabannya tidak sesederhana iya atau tidak.
- Di usia dini gaya main anak masih terus berubah, jadi filosofi dan values klub lebih menentukan.
- Ujungnya: di mana anak nyaman, ia berkembang; di mana orang tua percaya, kita tenang menitipkan anak.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul saat orang tua mulai mencari SSB: perlukah memilih SSB yang sesuai dengan gaya main anak? Saya juga sempat memikirkannya. Kilian sudah merasakan latihan di beberapa SSB, dan setiap tempat punya cara melatih yang berbeda.
Jawaban saya ternyata tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.
Gaya main anak memang beda-beda
Coba perhatikan anak di lapangan. Biasanya kelihatan ke mana kecenderungannya:
- Suka oper-operan bareng teman. Anak seperti ini biasanya nyaman di tim yang bermain ball possession: menguasai bola lewat banyak umpan pendek.
- Suka lari kencang ke depan. Anak seperti ini biasanya hidup di tim yang mengandalkan counter attack: merebut bola, lalu menyerang balik dengan cepat.
Pemain profesional pun begitu
Contoh yang paling gampang adalah Son Heung-min. Ciri khasnya jelas: cepat, berani lari ke ruang kosong, dan tajam di depan gawang.
Di Tottenham Hotspur era José Mourinho dan Antonio Conte, yang banyak mengandalkan serangan balik, Son justru bersinar. Musim 2021/22, ia menjadi top skor Liga Inggris bersama Mohamed Salah.
Pelajarannya sederhana: pemain hebat yang bertemu skema yang pas akan tampil maksimal.
Tapi bagaimana di usia dini?
Di sinilah bedanya dengan pemain profesional. Apakah gaya main anak usia dini sudah kelihatan?
Kadang sudah ada kecenderungan. Tapi gaya main anak masih terus berubah, seiring ia tumbuh, belajar, dan mencoba posisi yang berbeda. Yang hari ini suka berlari ke depan, bisa jadi tahun depan lebih senang mengatur permainan. Mengunci anak di satu gaya terlalu cepat justru bisa mempersempit ruang belajarnya.
Yang menurut saya lebih penting: filosofi dan values klubnya
Di usia dini, menurut saya yang lebih menentukan adalah filosofi dan values SSB-nya. Dari beberapa tempat yang kami coba, cara pandang para pelatih bisa sangat berbeda:
| Ada pelatih yang… | Ada juga yang… |
|---|---|
| Fokus ke skill individu dulu | Percaya teamwork bisa diajarkan sejak kecil |
| Membiarkan anak menggiring bola melewati lawan | Mengajarkan passing untuk melewati lawan |
Dua-duanya punya alasan masing-masing, dan dua-duanya bisa menghasilkan pemain yang baik. Yang perlu kita cari tahu adalah pendekatan mana yang paling cocok untuk anak kita, dan paling sejalan dengan apa yang kita yakini sebagai keluarga.
Beberapa hal yang bisa ditanyakan saat trial atau ngobrol dengan pelatih:
- Di usia ini, apa yang paling ingin dikembangkan dari anak?
- Bagaimana porsi latihan skill individu dibanding latihan bermain bersama tim?
- Bagaimana pelatih menyikapi anak yang membuat kesalahan di lapangan?
Ujungnya, balik ke dua hal
- Di mana anak nyaman, di situ dia berkembang.
- Di mana orang tua percaya, di situ kita tenang menitipkan anak.
Jadi ini bukan soal benar atau salah. Ini soal mana yang paling cocok dengan anak, dan dengan values keluarga kita.
Kalau Daddy & Mommy sedang mencari SSB, profil SSB yang pernah Kilian ikuti ada di halaman Cari SSB, lengkap dengan video latihannya.
Pertanyaan yang sering ditanya parents
Perlukah memilih SSB yang sesuai gaya main anak?
Di usia dini, gaya main anak masih terus berubah. Kecenderungan boleh jadi pertimbangan, tapi filosofi dan values klub lebih menentukan.
Apa contoh gaya main dalam sepak bola?
Dua yang paling umum adalah ball possession, yaitu menguasai bola lewat banyak umpan pendek, dan counter attack, yaitu merebut bola lalu menyerang balik dengan cepat.
Apa yang bisa ditanyakan ke pelatih saat trial SSB?
Apa yang paling ingin dikembangkan dari anak di usia ini, bagaimana porsi latihan skill individu dibanding latihan tim, dan bagaimana pelatih menyikapi anak yang membuat kesalahan.


